Perkuat Kapasitas Personil, T-REC Selenggarakan Workshop Telaah Etik Penelitian

Perkuat Kapasitas Personil, T-REC Selenggarakan Workshop Telaah Etik Penelitian

Bandung, 12 November 2025 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman anggota terhadap prinsip serta prosedur telaah etik penelitian, Telkom University Research Ethics Committee (T-REC) menyelenggarakan Workshop Telaah Etik Penelitian di Ruang Multimedia Lantai 5, Gedung Bangkit, Universitas Telkom. Kegiatan ini menghadirkan Harnawan Rizky, anggota expert member T-REC, sebagai narasumber utama.

Workshop dibuka dengan sambutan dari Faisal Budiman, selaku Ketua T-REC. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh personil T-REC dalam menjalankan amanah untuk menjaga integritas penelitian di lingkungan Universitas Telkom. “Setiap penelitian harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi etika dan memastikan perlindungan bagi peneliti, subjek, serta objek penelitian,” ujarnya. Beliau juga menyampaikan bahwa pada siang hari akan dilanjutkan dengan kegiatan Launching Komite dan Sosialisasi Etik Penelitian yang melibatkan seluruh dosen di Telkom University National Campus (TUNC).

Dalam sesi pemaparan, Harnawan Rizky menjelaskan secara komprehensif tahapan serta prinsip utama yang harus diperhatikan oleh komite etik dalam menelaah permohonan persetujuan etik penelitian. Ia menekankan bahwa proses telaah harus dilakukan secara objektif, transparan, dan berfokus pada kelengkapan serta kesesuaian dokumen protokol penelitian yang diajukan. Lebih lanjut, ia juga menyoroti peran penting lay person (anggota awam) dalam komite etik. Menurutnya, kehadiran lay person memastikan bahwa protokol penelitian dapat dipahami oleh masyarakat umum dan tidak melanggar hak-hak dasar partisipan penelitian.

Harnawan turut memaparkan tiga kategori telaah protokol etik, yakni exempted, expedited, dan full board.

  • Pada kategori exempted, protokol dapat dibebaskan dari kajian etik karena tidak melibatkan manusia.
  • Untuk kategori expedited, diperlukan telaah lebih mendalam terkait keseimbangan antara risiko dan manfaat serta aspek informed consent.
  • Sementara itu, kategori full board memerlukan pembahasan dalam rapat komite karena mengandung risiko tinggi dan potensi pengambilan hak partisipan penelitian.

Workshop ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar pandangan dan memperdalam pemahaman terkait praktik telaah etik penelitian. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personil T-REC semakin siap dalam menjalankan perannya secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada perlindungan serta etika dalam penelitian di lingkungan Universitas Telkom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *